You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
PT MRT Jakarta Percepat Study Dokumen Fase II
photo Wuri Setyaningsih - Beritajakarta.id

Studi Kelayakan Perpanjangan Rute MRT Fase Dua Dipercepat

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mempercepat pengerjaan dokumen studi kelayakan (feasibility study) perpanjangan rute fase II, mulai dari Stasiun Kota menuju depo di Ancol Barat.

Studi kelayakan ini diperkirakan selesai Maret tahun depan,

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Silvia Halim mengatakan, hasil dari studi kelayakan ini akan menjadi dasar pembangunan sipil serta estimasi biaya yang dibutuhkan.

"Jarak ekstensi dari Stasiun Kota ke depo di Ancol Barat sekitar enam kilometer. Studi kelayakan ini diperkirakan selesai Maret tahun depan," ujarnya, Jumat (27/12).

Stasiun MRT Jakarta Dipastikan Aman dari Banjir

Adapun, rute fase II yang sudah ditetapkan bermula dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia hingga Stasiun Kota berjarak 8,6 kilometer dengan total investasi sebesar Rp22,5 triliun.

Silvia memaparkan, nantinya ada tiga hingga empat stasiun bawah tanah (underground) yang akan dibangun dari Kota menuju Ancol Barat.  

"Studi kelayakan perpanjangan rute fase II sangat penting, karena kami harus memaparkan kondisi tanah di tepi laut.

Apakah kondisi tanahnya cukup baik untuk drilling bawah tanah? Ini tentu akan berdampak pada total biaya," terangnya.

Meski demikian, dia optimistis tim konsultan dapat memetakan seluruh elemen rute ekstensi fase II. Apalagi, konsultan tersebut sudah terlebih dahulu menyelesaikan basic engineering design (BED) fase II Bundaran HI-Kota beberapa waktu lalu.

Terkait pengerjaan Fase II, Silvia menuturkan pihaknya masih mempersiapkan lelang tiga paket pekerjaan sipil, yaitu CP-201, CP-202, dan CP-203. Untuk CP-201, lanjutnya, target evaluasi dan penandatanganan kontrak masing-masing akan dilakukan pada Februari dan Maret tahun depan.

Dia melanjutkan CP 202-203 masih dalam pengadaan dan sempat terjadi kendala sehingga MRT Jakarta harus mengulang tender. Namun, dia tetap optimistis proses lelang akan selesai selambat-lambatnya pada triwulan III/2020.

"Kalau semua pekerjaan sesuai target, kami berharap pekerjaan fisik akan selesai akhir 2024 dan fase II bisa beroperasi secara komersial pada 2025," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Padat Karya

    access_time05-06-2026 remove_red_eye2086 personDessy Suciati
  2. Parkir Liar di Jaktim Ditindak

    access_time08-06-2026 remove_red_eye1659 personNurito
  3. Pramono Minta Sampah di Muara Angke Rutin Dibersihkan

    access_time07-06-2026 remove_red_eye1583 personDessy Suciati
  4. PMI Jaksel Ikut Bantu Penyintas Kebakaran di Kebon Kosong

    access_time04-06-2026 remove_red_eye1441 personTiyo Surya Sakti
  5. Pekan Raya Jakarta 2026 Bidik Enam Juta Pengunjung

    access_time04-06-2026 remove_red_eye863 personFolmer